Tafsir Surat Al-Ma’uun

5 Muharam 1440
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Ust. Hamzah Abbas

Dinamakan juga surat “Ad-Diin” yang diambil dari ayat pertama kata terakhir. Dinamakan juga surat “Aroayta” yang diambil pada kata pertama di ayat pertama. Juga disebut sebagai surat “Takdzib” yaitu yang mendustakan.

Termasuk surat Makiyah. Segelintir ulama mengatakan bahwa surat ini diturunkan di Madinah. Juga ada yang mengatakan separuh surat di Makiah dan separuhnya lagi di Madinah. Karena pembahasannya sebagian di Mekah dan Madinah.

Hanya Allah yange mengetahuinya surat ini diturunkan dimana antara Mekah dan Madinah.

Ayat 1
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):1 – Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Penjelasan ayat.
Sebuah pertanyaan dari Allah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.

Kata Ad-Din memiliki makna yang banyak, diantaranya al-Milah (agama), yaumul qiyamah (hari pembalasan), al-‘aadah (kebiasaan), hari berbangkit dll.

Pada ayat pertama ini ditujukan kepada kufar quraisy dan menunjukan bahwa ayat tersebut turun di Mekah, bukan Madinah.

Sifat-sifat orang yang mendustakan hari kiamat atau agama.

Ayat 2
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):2 – Itulah orang yang menghardik anak yatim,

Makna asal “Da’a” adalah dorongan yang keras. Mereka menghardik yang sangat keras terhadap anak yatim.

Definisi yatim adalah dia yang meninggal ayahnya dan belum baligh.

Orang-orang yang beriman akan sayang kepada anak yatim. Berbeda dengan orang kafir yang mendustakan hari pembalasan mereka tidak sayang atau peduli terhadap anak yatim.

Ayat 3
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):3 – dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Merupakan sifat dari orang kafir yaitu tidak membantu orang-orang miskin.

Membantu kerabat yang miskin mendapatkan 2 pahala yaitu pahala silaturahim dan pahala membantu.

Beda antara faqir dan miskin. Kondisi yang paling susah adalah orang yang faqir. Orang miskin masih memiliki penghasilan namun terkadang kurang, sedangkan orang faqir tidak jelas penghasilan.

Orang yang minta-minta atau mengemis maka di hari akhir didapati wajahnya tidak memiliki daging.

Ayat 4
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):4 – Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

Tidak boleh berhenti bacaannya pada ayat ini. Harus djlanjutkan ke ayat selanjutnya.

Ayat 5
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):5 – (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

Pendapat pertama,
Ibnu Abbas mengatakan orang-orang yang lalai terhadap sholat adalah kaum munafik.

Mereka kalau dilihat banyak orang mereka sholat dan sebaliknya ketika tidak dilihat orang mereka tidak sholat.

Oleh karena itu berat bagi orang munafik untuk menegakkan sholat shubuh dan isya secara berjamaah.

Kalimat “lil mushollin” menunjukam bahwa mereka sholat, namun lalai dalam sholatnya.

Pendapat kedua,
Kata “sahun” menurut Ibnu Katsir yaitu orang yang terkadang mengerjakan dan kadang tidak mengerjakan. Bisa diartikan sholat yang dikerjakan di waktu akhir atau diluar waktunya.

Malas sholat berjamaah pun mendapat ancaman yang sama.

Pendapat ketiga,
Suka mengakhirkan sholat dari waktu yang pertama hingga waktu yang terakhir. Artinya di setiap sholatnya diakhirkan.

Pendapat yang keempat,
Tidak memperhatikan rukun sholat, wajib sholat dan semisalnya.

Pendapat kelima,
Orang yang tidak memperhatikan kekhusu’annya atau tidak mentadaburinya.

Jika melaksanakan sholat tidak merasakan kenikmatannya, maka coba pelajari dan pahami kembali tentang makna sholat.

Di dalam al-Qur’an bahwa sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Oleh karena itu jika masih ada yang berbuat keji dan munkar meskipun ia sholat, maka perbaikilah sholatnya.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa dari semua pendapat tersebut adalah bagian dari ciri-ciri orang yang melalaikan sholatnya.

Semoga Allah melindungi kita dari sifat kemunafikan.

Ayat 6
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):6 – orang-orang yang berbuat riya,

Kata “Ria” berasal dari kata “Rukya” artinya yanh dilihat. Maka orang yang ria adalah orang yang ingin dilihat ketika melakukan ibadah seperti sholat.

Ria untuk orang munafik adalah Ria dari awal perbuatan, yang masuk ke dalam Nifaq I’tiqod (keyakinan).

Ayat 7
Barang-barang yang berguna (Al-Mā`ūn):7 – dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Mereka adalah orang yang pelit. Orang yang lalai dalam sholatnya yaitu orang yang jelek hubungannya dengan Allah dan sesama makhluk. Kepada Allah dengan sholatnya dan dengan makhluk atau manusia sesamanya dengan sifay pelitnya.

*==SEMOGA BERMANFAAT==*

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.