Tafsir Surat Al-‘Adiyat

Surat Al-‘Adiyat merupakan surat yang diturunkan di mekah yakni sebelum Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam hijrah ke Madinah.

Ayat 1
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):1 – Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Al-‘Adiyat artinya yang berlari cepat. Jumhur ulama tafsir mengatakan yang berlari kencang disini adalah kuda. Ada ulama yang mengatakan adalah unta.

Mereka yang berpendapat unta karena tidak ada jihad sebelum hijrah. Kuda digunakan untuk berperang.

Kuda merupakan tunggangan yang memiliki banyak faedahnya. Digunakan untuk berperang, untuk olahraga bahkan dagingnya boleh dimakan. Merupakan sunnah juga untuk menunggang kuda.

Ayat 2
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):2 – dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

Timbulnya percikan api karena adanya benturan sepatu kuda dengan batu-batu.

Ayat 3
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):3 – dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Sebaik-baiknya menyerang musuh adalah di pagi hari. Karena musuh sedang dalam keadaan lalai. Orang-orang kafir tidak mengenal shubuh.

Ketika ada adzan, Nabi tidak akan memerangi suatu daerah. Artinya bahwa disana ada kaum muslimin. Terdapat pada hadist muslim.

Ayat 4
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):4 – maka ia menerbangkan debu,

Zaman dulu ketika ditempat kejauhan terdapat debu yang banyak berterbangan menandakan banyaknya pasukan kuda.

Ayat 5
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):5 – dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

Ayat 6
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):6 – sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Makna “alkanud” menurut Syaikh Assa’di rahimahullah adalah bakhil terhadap harta.

Tafsir ibnu katsir yaitu yang sangat mengingkari terhadap nikmat-nikmat Allah.

Al-hasan Basri dan sebagian para shahabat mengartikan “alkanud” adalah menghitung-menghitung musibah namun lupa menghitung nikmat-nikmay yang diberikan kepadanya.

Nabi pernah memberikan nasihat kepada kaum muslimah yaitu bertaqwalah kepada Allah dan perbanyak sedekah karena wanita paling banyak penghuni neraka karena kufur terhadap nikmat.

Kata “Al-insan” disini adalah untuk seluruh manusia.

Ayat 7
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):7 – dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

Allah menjadi saksi terhadap sifat manusia tersebut. Manusia juga menjadi saksi terhadap sifatnya sendiri.

Ibnu katsir:
Dhamir “hu” kembali ke manusia menjadi saksi terhadap sikap kanud nya sendiri.

Ayat 8
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):8 – dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

“Dia atau Huwa” kembali kepada makna manusia.

Harta kita sebenarnya adalah yang kita infakan di jalan Allah. Harta yang kita simpan adalah harta ahli waris.

Infak kepada keluarga seperti istri, anak, orang tua dan keluarga lainnya.

Allah menutup surat Al-‘Adiyat dengan 3 ayat untuk mengingatkan kepada kita semua.

Ayat 9
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):9 – Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

Semua manusia dibangkitkan walau bagaimanapun kondisi kematiannya.

Orang beriman meyakini akan dibangkitkan setelah kematiannya. Disitulah awal dari kehidupan sebenarnya dan dihisab semua amal-amal kita di dunia.

Ayat 10
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):10 – dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

Allah akan membuka semua apa yang ada di dalam hati atau dada manusia.

Ayat 11
Berlari kencang (Al-`Ādiyāt):11 – sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

Salah satu sifat Allah adalah al-khabir yaitu maha mengetahui.

Ibnu katsir:
Allah maha mengetahui apa saja yang pernah kita lakukan dan Allah akan membalas apa-apa saja kebaikan yang dilakukan sebesar biji dzarrah pun.

Semoga bermanfaat.

Note: Maaf jika ada salah ketik (Typo)

*====SELESAI====*

12 Rabiul Awal
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Ust. Hamzah Abbas

Spread the love