Tafsir Surat Al-Zalzalah

Surat Al-Zalzalah termasuk surat Makiyah menurut pendapat yang terkuat. Surat yang diturunkan sebelum Rasul hijrah ke Madinah.

Dari tafsir Ibnu Katsir tentang surat al-Zalzalah:

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasul tentang surat yang mesti dibaca sedangkan umurnya sudah tua. Maka rasul menjawab, bacalah surat yang diawali dengan huruf alif lam ro. Namun laki-laki tersebut tidak bisa karena tidak sanggup, maka Rasul meminta untuk baca surat yang diawali dengan ha mim. Namun tidak bisa juga, maka Rasul menyuruh untuk membaca surat yang diawali dengan tasbih kepada Allah. Namun tidak bisa juga. Kemudian laki-laki tersebut meminta surat yang didalamnya memenuhi kebaikan, maka Rasul menyuruh untuk membaca surat Al-Zalzalah. Laki-laki tersebut kemudian membaca surat itu saja.

Note: Tulisan di atas sesuai dengan apa yang saya pahami, tidak persis pada kitab aslinya atau yang disampaikan ustadz.

Ayat 1

Kegoncangan (Az-Zalzalah):1 – Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

Ibnu Abbas, bahwa bumi bergerak dari bagian bawahnya. Ini merupakan gempa diakhir zaman. Cek surat Al-Hajj:1-2.

Haji (Al-Ĥaj):1 – Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

Haji (Al-Ĥaj):2 – (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.

Ayat 2

Kegoncangan (Az-Zalzalah):2 – dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

Maksud dikeluaran disini adalah apa yang ada di dalam bumi dikeluarkan termasuk makhluk yang ada di kubur. Orang-orang yang dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang yang mabuk yaitu pemakan riba.

Ayat 3

Kegoncangan (Az-Zalzalah):3 – dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

Ayat 4

Kegoncangan (Az-Zalzalah):4 – pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

Masudnya (dalam Tafsir Ibnu Katsir). Bahwa bumi akan menjadi saksi atas apa yang manusia perbuat.

Dalam hadist Nabi, maksud ayat di atas:
“Akan menjadi saksi atas apa yang dilakukan hamba dan apa yang dilakukan di atas bumi ini”.

Maka diakhirat tidak ada yang bisa berkelit dengan apa yang dilakukan di dunia. Berbeda dengan kehidupan di dunia, banyak manusia yang berkelit atas apa yang dilakukan. Semua akan jadi saksi termasuk anggota badannya seperti tangan, kaki, kepala dan seluruhnya.

Ayat 5

Kegoncangan (Az-Zalzalah):5 – karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali atas perintah Allah.

Ayat 6

Kegoncangan (Az-Zalzalah):6 – Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dengan kondisi yang berbeda-beda.

Ibnu katsir:
“Setelah selesai dihisab. Manusia akan berbeda-beda hasilnya, akan ada yang di surga dan neraka”.

Ayat 7 & 8

Kegoncangan (Az-Zalzalah):7 – Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Kegoncangan (Az-Zalzalah):8 – Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Allah menutup surat ini dengan 2 ayat.

Kata dzarrot adalah semut menurut orang arab, karena pada masa itu semut adalah yang terkecil.

Ibnu katsir dalam shahih bukhari:
“Takutlah kalian dari api neraka walaupun dengan amalan sebesar separuh kurma.”

Artinya, amalan yang kecilpun sangat berarti.

*======================*

Seleseai.
Semoga bermanfaat.
Barakallahu fikum.

13 Rabiul Awal
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Ust. Hamzah Abbas

Spread the love