Tafsir Surat Al-Humazah

Surat al humazah diturunkan di mekkah sebelum rasul berhijrah. Diturunkan sebelum surat al-qiyamah dan setelah al-mursalat.

Isi dan kandungannya secara umum tentang ancaman serta larangan kepada orang-orang yang suka mencela dan menghina manusia. Juga celaan kepada orang-orang yang disibukan dengan hartanya dari beribadah kepada Allah. Juga menjelaskan orang-orang yang sombong.

Ayat 1

Pengumpat (Al-Humazah):1 – Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

Tafsir:
Terdapat 2 penafsiran kata al-wail. Pertama sebuah lembah di neraka jahanam yang begitu mengerikan dan panas. Neraka jahanam sendiri berlindung kepada Allah terhadap lembah tersebut. Makna yang kedua adalah ancaman.

Ibnu Katsir menafsirkan alwail adalah ancaman. Dan ini adalah pendapat yang kuat.

Siapa yang diancam? Yakni semua orang yang memiliki sifat humazah dan lumazah.

Pendapat pertama (tafsir Ibnu Abbas) bahwa arti humazah dan lumazah memiliki arti yang sama yaitu orang yang suka mencela, memaki, menghina, menyebarkan aib orang lain baik dengan lisan maupun perbuatannya. Ghibah, namimah masuk dalam sifat tersebut.

Pendapat yang kedua (Ibnu Katsir) dan sebagian ulama bahwa humazah dan lumazah memiliki makna yang berbeda. Al-humazah khusus celaan dengan anggota badan, sedangkan Al-lumazah dengan lisan.

Bagi orang yang memiliki sifat tersebut akan dimasukan ke dalam lembah neraka jahannam.

Ayat 2

Pengumpat (Al-Humazah):2 – yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

Tafsir:
Salah satu sifat pada ayat ini adalah orang-orang kaya yang merasa memiliki segalanya sehingga muncul kesombongan dan lupa dengan akhiratnya.

Dijelaskan juga pada surat Al-‘Alaq di bawah ini:

Segumpal Darah (Al-`Alaq):6 – Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

Segumpal Darah (Al-`Alaq):7 – karena dia melihat dirinya serba cukup.

Pada akhirnya sifat humazah dan lumazah menempel pada orang tersebut.

Cara baca “jama’a” ada yang men-tasydid-kan, jadi dibaca “jamma’a” yang artinya menegaskan bahwa orang tersebut melakukan perbuatan tersebut secara terus menerus.

Ketika seseorang menjadi kaya dan tidak melupakan kewajibannya kepada Allah dan kepada manusia maka ini adalah yang terbaik.

Ayat 3

Pengumpat (Al-Humazah):3 – dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

Tafsir:
Mereka merasa bahwa dirinya akan kekal baik fisiknya maupun kekayaannya. Ketika seseorang wafat, maka ada yang dikenang dengan hal yang baik dan juga ada yang buruk.

Ketika bertakziah, maka bicaralah yang baik karena malaikat hadir dan mengamininya.

Ayat 4

Pengumpat (Al-Humazah):4 – sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Tafsir:
Kata “kalla” bermakna jangan sekali-kali berbuat demikian. Al-huthomah adalah salah satu nama dari nama neraka yang artinya hancur sehancur-hancurnya.

Ayat 5

Pengumpat (Al-Humazah):5 – Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

Tafsir:
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan ancaman. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena sudah diketahui. Tujuannya adalah untuk ancaman.

Ayat 6

Pengumpat (Al-Humazah):6 – (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

Tafsir:
Kekuatan api neraka berpuluh-puluh kali lipat panasnya api di dunia. Allah mensifati api ini adalah yang dipanaskan.

Bahan bakar api neraka adalah manusia dan batu.

Ayat 7

Pengumpat (Al-Humazah):7 – yang (membakar) sampai ke hati.

Tafsir:
Ketika manusia dibakar di neraka sampai tembus ke hatinya dalam kondisi hidup.

Muhammad bin Ka’ab mengatakan bahwa api tersebut membakar seluruh jasadnya dan ketika api sudah mwn5yentuk bagian hatinya maka dikembalikan lagi jasadnya. Hal tersebut dilakukan secara terus menerus.

Ayat 8

Pengumpat (Al-Humazah):8 – Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

Tafsir:
Mereka tidak bisa keluar dari neraka. Setiap mereka ingin lari dari neraka, maka ditarik kembali.

Ayat 9

Pengumpat (Al-Humazah):9 – (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Tafsir:
Penafsiran pertama bahwa di dalam neraka ada tiang-tiang yang besar dan panjang. Di dalam neraka manusia diikat pada tiang-tiang.

Tafsir kedua (Ibnul Jauzi) bahwa pintu-pintu itu tertutup dengan tiang-tiang. Seperti orang menutup pintu kemudian dikunci dengan balok.

Tafsir ketiga. Mereka diikat pada tiang-tiang yang melintang menutup pintu neraka.

Tafsir keempat. Tiang-tiang tersebut mengikat manusia yang tiang tersebut terbuat dari api neraka.

Oleh karena itu, berlindunglah kepada Allah dari sifat Humazah dan Lumazah.

Berdoalah agar Allah memasukan kita ke dalam surga dan dijauhi dari api neraka.

Penyebutan surga agar dapat mendorong atau memotivasi agar kita terus beramal shalih.

DEMIKAN
SEMOGA BERMANFAAT

19 Shaban
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Tafsir Surat Al-Humazah
Ust. Hamzah Abbas

Spread the love