Cinta dan Benci karena Allah

Untuk memurnikan Tauhid ada hak-haknya yaitu berlepas diri dari kesyirikan, pelaku kesyirikan, orang-orang kafir dan cinta kepada orang-orang yang bertauhid.

Dalil 1
Binatang Ternak (Al-‘An`ām):19 – Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

Arti “ilaha” adalah yang berhak di sembah.

Faidah ayat ini:

  1. Perintah ayat ini kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan kepada seluruh umat agar menegakkan tauhid, membela tauhid, membenci kesyirikan.
  2. Hukum berlepas diri dari kesyirikan dan pelaku kesyirikan adalah wajib.
  3. Berlepas diri dari kesyirikan adalah bagian dari Tauhid.

Dalil 2
Wanita yang diuji (Al-Mumtaĥanah):4 – Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”.

Faidah ayat ini:

  1. Menyatakan pujian Allah kepada Nabi Ibrahim dan orang-orang beriman yang tegak di atas Tauhid.
  2. Memerintahkan hendaknya ingkar kepada orang-orang yang berbuat syirik serta mengumumkannya.
  3. Kebencian dan permusuhan kepada kaum musyrik dan kafir tidak boleh menjadian kita berbuat dzalim kepada mereka terlebih kepada orang-orang yang bersikap baik kepada kaum muslimin.
  4. Memerintahkan kita untuk berdakwah dengan tauhid.
  5. Kebencian yang dimaksud adalah kebencian dalam agama dan kecintaan dalam hal yang wajar.

Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan bertauhid, taat dan patuh terhadap perintahnya dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelaku kesyirikan.

Dalil 3
Pengampunan (At-Tawbah):114 – Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Nabi Ibrahim memiliki bapak yang syirik, bahkan beliau mendokan bapaknya yang tercantum dalam Al-Qur’an:

Maryam:47 – Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

Faidah ayat ini:

  1. Berlepas diri kepada orang yang berbuat syirik meskipun kerabat paling dekat.
  2. Hubungan akidah lebih kuat daripada hubungan nasab.
  3. Haramnya kita meminta ampunan kepada orang musyrik dan kafir sekalipun mengucapkan rahimahullah.

Dalil 4
Wanita yang mengajukan gugatan (Al-Mujādila):22 – Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

Faidah ayat ini:

  1. Pujian kepada orang yang benar-benar berlepas diri dari musuh-musuh Allah dan lebih mengedepankan Allah dab Rasulnya dibanding kerabat.
  2. Besarnya ganjaran kepada mereka baik di dunia dan akhirat. Di dunia akan ditolong oleh Allah dan di akhirat mendapat ridho Allah dan dimasukan ke dalan surga.
  3. Ikatan keimaan dan tauhid lebih kuat diantara orang-orang beriman dibanding ikatan diantara orang-orang kafir.

Pengampunan (At-Tawbah):72 – Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

Dalil 5
Jamuan (Al-Mā’idah):55 – Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya,dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
Jamuan (Al-Mā’idah):56 – Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

Faidah ayat ini:

  1. Kabar gembira bagi orang-orang beriman bahwa Allah yang akan menolongnya.
  2. Perintah untuk mencitai, membela dan menolong orang-orang beriman.
  3. Hakikat hizbullah yaitu membela atau wala kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman.

Dalil 6
Pengampunan (At-Tawbah):71 – Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Faidah ayat ini:

  1. Perintah untuk loyal, cinta dan menolong orang-orang beriman dan mencintai orang beriman tergantung kadar keimanan mereka.
  2. Orang beriman adalah umat yang bersatu, bersepakat, saling tolong menolong, bela dan tujuan mereka adalah mewujudkan iman dan tauhid di muka bumi.

Dalil 7
Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah bersabda: Selisihilah orang-orang musyrikin. (HR. Bukhari no. 5892 dan Muslim no. 54)

Faidah hadist ini:

  1. Perintah untuk menyelisihi kaum musyrikin dalam ibadah, syiar, hari raya. Contoh dilarang sholat ketika matahari terbit tenggelam.
  2. Menyerupai kaum musyrikin secara dzohir akan berdampak kepada penyerupaan dalam akidah.

*==SEMOGA BERMANFAAT==*

13 Dzulhijjah
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Ust Mizan Qudsiah

Spread the love