Surat Al-Kautsar

Surat Al-Kautsar merupakan surat terpendek dari Al-Qur’an yang terdiri dari 3 ayat. Jumhur ulama berpendapat bahwa surat ini diturunkan sebelum nabi hijrah ke Mekah.

Tentang Surat Al-Kautsar

Ada beberapa riwayat tentang turunnya ayat ini. Pada masa jahiliyah dulu, mereka suka mengatakan “abtar” yang artinya tidak mempunyai anak laki-laki. Jika seseorang yang tidak punya anak laki-laki, maka ia terputus setelah meninggal dunia. Terputus disini maksudnya adalah tidak akan disebut-sebut namanya. Oleh karena itu, mereka tidak suka dengan lahirnya anak perempuan.

Surat Al-Kautsar dinamakan juga surat An-Nahr, yang merupakan suatu metode untuk menyembelih hewan unta yaitu dengan cara ditusuk menggunakan tombak dari bawah pada bagian leher dekat dengan badan bagian depan.

Ayat 1

Nikmat yang berlimpah (Al-Kawthar):1 – Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

Dalam suatu riyawat, Rasulullahi shalallahu ‘alaihi wassalam membaca surat Al-Kautsar di awali dengan Basmalah. Ada sebagian ulama mengatakan bahwa kata Basmalah bagian dari surat Al-Kautsar. Namun pendapat jumhur ulama mengatakan bahwa Basmalah bukan bagian dari surat Al-Kautsar.

Arti dari segi bahasa bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan-kebaikan yang banyak yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Al-Kaustar juga ada yang mengartikan Al-Haudh yaitu telaga atau An-Nahr (dengan huruf H besar) yaitu sungai.

Di dalam hadist dikatakan bahwa orang-orang beriman akan meminum telaga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kecuali bagi mereka yang berbuat bid’ah (Ahlu Bid’ah). Jumlah gelas yang ada di telaga Rasul sebanyaknya jumlah bintang yang ada di langit.

Sifat-Sifat Telaga Al-Kautsar

Di sekitar sungai terdapat kemah-kemah yang gemerlap terbuat dari permata atau berlian. Wangi dari sungai tersebut seperti minyak wangi Misk (paling wangi). Warnanya putih melebihi susu dan rasanya manis lebih dari madu. Ada burung-burung yang lehernya seperti Unta berterbangan di atasnya.

Al-Kautsar adalah sungai yang ada di Surga. Perkataan dari Ibnu Abbas, sungai tersebut yang akan diberikan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Beberapa keistimewaan Nabi Muhammad dibanding Nabi lainnya yang diberikan oleh Allah:

  1. Ditolong Allah untuk memberikan rasa takut kepada musuh-musuh Allah selama 1 bulan lamanya.
  2. Dijadikannya seluruh tempat di bumi sebagai tempat ibadah.
  3. Diutus untuk seluruh manusia, jin dan alam semesta.
  4. Diberikan Al-Makomam Mahmuda yang merupakan syafaat Nabi di akhirat kelak.
  5. Diberikan sungai di surga (Telaga Al-Kaustar)

Ayat 2

Nikmat yang berlimpah (Al-Kawthar):2 – Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada nabi adalah sholat dan berkorban untuk Allah. 2 ibadah ini merupakan doa yang besar yaitu sholat dan berkurban.

Dalilnya:
Binatang Ternak (Al-‘An`ām):162 – Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Binatang Ternak (Al-‘An`ām):163 – Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Allah menggandengkan Sholat dan Qurban hanya untuk Allah. Banyak di masyarakat kita sholatnya untuk Allah namun sembelihannya untuk selain Allah.

Ayat 3

Nikmat yang berlimpah (Al-Kawthar):3 – Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Rasul meninggal setelah anak-anak laki-lakinya meninggal dunia. Sehingga orang-orang jahiliyah mengatakan bahwa Nabi telah terputus.

Sesungguhnya makna orang-orang yang terputus adalah orang yang membenci Rasul, bukan kepada seorang yang tidak memiliki anak laki-laki.

Demikian.

26 Muharram 1440
Masjid Ar-Rahmat Slipi Jakbar
Ust. Hamzah Abbas Lc

==SEMOGA BERMANFAAT==

Spread the love