Apapun Sembahannya Tetap Musyrik

18 Shafar 1440H
Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Ust. Mizan Qudsiyah Lc.

Apapun sembahannya tetap musyrik. Arti syirik adalah menyamakan atau meyetarakan Allah dengan selain Allah di dalam hak-hak Allah dan kekhususan-kekhususan Allah. Hak Allah untuk diibadahi dan kekhususan Allah di dalam Rububiyah-nya dan Aswa was Shifatnya. Jika Hak Allah diberikan kepada selainnya, maka termasuk syirik.

Dalil 1
Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):80 – dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?”.

Makna dari ayat ini adalah bahwa dakwah semua Nabi dan Rasul adalah Tauhid, artinya tidak mungkin mereka menyuruh untuk menjadikan dirinya agar disembah (tuhan).

Penjelasan ayat:

  1. Malaikat dan para Nabi ternyata sudah disembah oleh manusia selain Allah.
  2. Para Nabi hanya memerintahkan untuk ber-Tauhid.
  3. Beribadah kepada selain Allah adalah kekafiran. Apapun yang diibadahi meskipun nabi atau malaikat.

Dalil 2
Jamuan (Al-Mā’idah):116 – Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

Jamuan (Al-Mā’idah):117 – Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Dialog antara Nabi Isa dan Allah di hari kiamat di depan para kaum Nashara. Hal ini bertujuan untuk menjelekkan mereka.

Pelajaran ayat:

  1. Peribadahan murni hanya Hak Allah semata, tidak ada Hak untuk Nabi Isa dan yang lainnya.
  2. Agungnya sikap para Rasul terhadap Hak-hak Allah dan kesempurnaan sikap berlepas diri mereka dari kesyirikan serta kecemburuan mereka dalam Tauhid.
  3. Indahnya Tauhid, karena mensucikan Allah dan Buruknya kesyirikan.
  4. Dahsyatnya kehinaan orang-orang musyrik di hari kiamat.
  5. Nabi Isa beserta ibunya Maryam Bintu Imran, mereka berdua adalah hamba Allah yanh dipertuhankan oleh manusia di dunia.

Wanita-wanita yang sempurna akalnya:
1. Maryam bintu Imran
2. Asiyah
3. Khadijah bintu Khuwailid
4. Fathima bintu Muhammad

Baca juga: Penyebab Kesyirikan Kaum Musyrikin

Dalil 3
Memperjalankan di waktu malam (Al-‘Isrā’):57 – Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

Makna ayat ini adalah bahwa para Nabi, malaikat dan orang-orang shalih saja mencari jalan ke Tuhan mereka yakni Allah, artinya hanya beribadah kepada Allah.

Pelajaran ayat:

  1. Rukun ibadah yaitu harap dan takut pada ayat ini.
  2. Kewalian orang shalih tidak membolehkan kita untuk menyembah mereka.
  3. Diantara pintu-pintu kesyirikan yaitu orang-orang shalih dan jin yang disembah.

Dalil 4
Kaum Saba’ (Saba’):40 – Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”. Kaum Saba’ (Saba’):41 – Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Pada ayat ini Allah berbicara kepada malaikat. Zaman sekarang banyak yang berbuat syirik karena pengaruh dari bisikan-bisikan jin. Mereka membisikan di dalam hati atau dada-dada mereka atau pada mimpi-mimpi mereka.

Pelajaran ayat ini:

  1. Orang-orang musyrikin yang disebut Allah syirik, asal mereka ada 2 macam yaitu kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Ibrahim. Kaum Nabi Nuh berbuat syirik dengan bertapa di kuburan, menggambar orang shalih. Sedangkan kaum Nabi Ibrahim adalah menyembah bulan dan matahari. Mereka semua menyembah jin, karena mereka dibisikan oleh jin, sehingga jin punya andil terhadap perbuatan kesyirikan mereka.
  2. Besarnya kehinaan orang-orang musyrik di hari kiamat.
  3. Diantara pintu-pintu syirik adalah menyembah syaiton.

Dalil 5
Yang dijelaskan (Fuşşilat):37 – Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

Pelajaran ayat ini:

  1. Diantara pintu-pintu kesyirikan adalah menyembah matahari dan bulan.
  2. Siang, malam, matahari dan bulan adalah tanda dari Tauhid Rububiyah.
  3. Tanda-tanda kebesaran Allah tidak hak sama sekali untuk diibadahi kepada selain Allah.
  4. Penetapan tauhid Uluhiyah dengan ditetapkan tauhid Rububiyah artinya dengan Tauhid Rububiyah mengharuskan untuk berTauhid Uluhiyah.

Dalil 6
Bintang (An-Najm):19 – Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza, Bintang (An-Najm):20 – dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

Lat adalah batu putih yang dipahat bertempat di Tha’if.

Pelajaran ayat ini:

  1. Diantara pintu kesyirikan adalah batu dan pepohonan.
  2. Betapa buruknya syirik karena dapat merusak akal sehat dan agamanya.

SEMOGA BERMANFAAT
BARAKALLAHU FIKUM

Spread the love