Hadist 12 : 7 Golongan Yang Allah Naungi Mereka Pada Naungan-Nya

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
(HR. Mutafaqun Ilaihi)

Penjelasan

Makna Kosakata Hadist

  • Yadzlihumullahu bermakna Allah menaungi mereka yakni naungan yang siapa saja tidak mampu di atasnya pada hari itu.
  • Imamun ‘aadilun yaitu hakim yang adil pada rakyatnya, senantiasa menjaga atas hak-hak mereka dan memperhatikan kemaslahatan-kemaslahatan mereka dan dia berhukum terhadap mereka dengan syariat Allah, maka dia menegakkan kemaslahatan dalam agama dan dunia.
  • Syaabun nasyaa fii ibadatillah yaitu seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala. Dia bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Robb-nya. Bertekat kuat untuk taat kepada-Nya dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  • Rojulun qolbuhu mu’alaqun fil masjidi yaitu seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid. Seorang laki-laki yang besar kecintaannya dengan masjid-masjid dan banyak berdiam diri di masjid. Sering berkumpul dengan jama’ah dan menjalankan kewajiban-kewajiban (sholat berjama’ah) dan kewajiban lainnya dan menunggu sholat setelah sholat.
  • Rojulaani tahabba fillahi yaitu dua laki-laki yang saling mencintai karena Allah. Terdapat pada keduanya kecintaan karena Allah. Seseorang dari keduanya melihat saudaranya menegakan ketaatan kepada Allah dan menjauhi keharaman-keharaman Allah. Maka dia mencintainya karena hal tersebut.
  • Ijtama’a ‘alaihi wa tafarroqoo ‘alaihi yang artinya mereka berdua berkumpul karena Allah dan mereka berpisah karena Allah. Mereka berdua berkumpul diatas ketaatan kepada Allah selama di dunia, dan kecintaannya itu tetap ada diantara keduanya kekal sampai kematian memisahkan untuk keduanya.
  • Warojulun da’athu imrooatun yang artinya seorang laki-laki yang dipanggil oleh seorang wanita untuk melakukan sesuatu perbuatan yang keji yaitu perzinahan.
  • Dzaatu manshibin wajamaalin yang artinya wanita cantik yang memiliki keahlian, nasab, harta dan kedudukan.
  • Faqoola: innii akhoofullaha yang bermakna kemungkinan bahwasannya dia mengucapkan hal tersebut dengan lisannya atau dengan hatinya dan tindakannya membenarkannya. Dia mencegahnya karena takut kepada Allah dengan penuh kesadaran dari apa-apa yang membuat Allah murka.
  • Warojulun tashoddaqo bi shodaqotin faakhfaahaa bermakna seorang laki-laki yang bersedekah, maka dia berupaya besar dalam menyembunyikan sedekahnya dari segala sesuatu dengan ungkapan sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakan oleh tangan kanannya.
  • Warojulun dzakarallaha khooliyan yang artinya seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam keadaan sendiri. Maknanya seorang laki-laki ingat kepada Allah dan dia merenungi/ menghayati keagungan Allah, kekuatan-Nya, rahmat-Nya, hikmah-Nya, keadilan-Nya dan ilmunya. Laki-laki tersebut membaca Al-Qur’an dalam keadaan menyendiri, tidak ada disampingnya seseorang yang melihatnya.
  • Fafaadhot ‘ainaahu yang artinya maka berlinanglah airmatanya. Maknanya diapun menangis, mengalir air matanya terhadap apa-apa yang dia ketahui dari sifat-sifat keagungan Allah Ta’ala.

Baca juga: Hadist 11 Keutamaan Shodaqoh

Pemahaman Hadist

  1. Pada hari kiamat manusia akan mencapai puncak kelelahan dan kepayahan.
  2. Pada hari kiamat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Ta’ala.
  3. Keutamaan mereka yaitu tujuh golongan yang diberikan naungan Allah Ta’ala.
  4. Allah menungumpulkan mereka sebab rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.
  5. Dikhususkan penyebutannya kepada pemuda karena sesungguhnya beribadah ketika muda lebih kuat, lebih berat dan lebih sulit. Hal ini dikarenakan banyaknya sebab-sebab atau faktor penghalang yatitu berbuat maksiat. Dominannya adalah syahwat.
  6. Ikhlas beramal karena Allah dan waspada terhadap riya dan sum’ah
  7. Sesungguhnya mereka termasuk diantara orang-orang yang Allah.
  8. Rasulullah shalallahu ‘alihi wassalam telah menyebutkan mereka (7 golongan tersebut) untuk memotivasi dalam mengerjalan amalan shalih.

Selesai

Spread the love