Menjelang Puncak Keberkahan Ramadhan

Di dalam Bulan Ramadhan terdapat 1 (satu) malam yang menjadi puncaknya Ramadhan yaitu Lailatul Qadar yang merupakan malam yang penuh dengan keberkahan mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar kedua. Malam tersebut berada di antara 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Oleh karenanya jangan pernah turun semangat hingga akhir bulan Ramadhan. Sebagaimana di dalam hadist berikut yang menjelaskan bahwa sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.

Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Amalan yang dimaksud di sini adalah amalan shalih, bisa juga amalan jelek. Yang dimaksud ‘bil khawatim’ adalah amalan yang dilakukan di akhir umurnya atau akhir hayatnya. Sesungguhnya amalan itu standarnya atau ukurannya ada pada akhirnya. Ini adalah konsep dari sebuah ibadah.

PEMBAHASAN LAILATUL QODAR

DEFINISI

Lailatul Qodar terdiri dari 2 (dua) kata yaitu Lailah dan Qodar. Arti Lailah secara bahasa adalah waktu malam yang dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar kedua, sedangkan Qodar adalah kemuliaan dan keagungan. Sehingga secara istilah berarti waktu yang agung dan mulia yang dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar kedua.

Qodar adalah teman dekat dari kata Al-Qodho yang artinya pelaksanaan dari takdir yang sudah dituliskan oleh Allah Ta’ala. Pada malam tersebut Allah ta’ala mentakdirkan seluruh makhluk untuk 1 (satu) tahun ke depan.

Dalil
Kabut (Ad-Dukhān):3-4 sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,

Kemuliaan (Al-Qadr):4 – Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Jenis Takdir ada 5 (lima) yaitu sebagai berikut:

  1. Takdir yang sempurna. Allah Ta’ala menulisnya di dalam kitab Lauhul Mahfuzh.
  2. Takdir pengambilan perjanjian dari seluruh anak Adam. Dalilnya pada surat Al-‘A`rāf ayat 172 – Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.
  3. Takdir seumur hidup. Menentukan ajalnya, rizkinya, amalnya dan nasibnya pada saat ditiupkan ruhnya. Dalilnya hadist dari Abdullah Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Sesunggunya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari (berupa nutfah/sperma), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama waktu itu juga, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentutkan yaitu; rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya. (HR. Bukhari dan Muslim)
  4. Takdir per tahun pada saat Lailatul Qodar.
  5. Takdir harian.

TIDAK DIRAGUKAN BAHWA LAILATUL QODAR TETAP ADA SAMPAI HARI KIAMAT.

Ini adalah Ijma’ ulama berdasarkan hadist yang shahih.

Di dalam hadist shahih riwayat Bukhari meriwayatkan bahwa Ubadah ibnush-Shamit berkata, “Nabi keluar untuk memberitahukan kepada kami mengenai waktu tibanya Lailatul Qadar. Kemudian ada dua orang lelaki dari kaum muslimin yang berdebat. Beliau bersabda, ‘(Sesungguhnya aku 1/18) keluar untuk memberitahukan kepadamu tentang waktu datangnya Lailatul Qadar, tiba-tiba si Fulan dan si Fulan berbantah-bantahan. Lalu, diangkatlah pengetahuan tentang waktu Lailatul Qadar itu, namun hal itu lebih baik untukmu. Maka dari itu, carilah dia (Lailatul Qadar) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.’ (Dalam satu riwayat: Carilah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima).”

Baca juga: Sifat Puasa Nabi

Di dalam hadist tersebut menjelaskan mengenai hamba yang bertengkar tidak akan mendapatkan Lailatul Qodar. Makna tidak mendapatkan Lailatul Qodar ada 3 (tiga) yaitu:

  1. Diangkat berkahnya Lailatul Qodar pada malam tersebut.
  2. Dilalaikannya dan dilupakannya hati hamba tersebut dari malam Lailatul Qodar.
  3. Diangkat pengetahuannya tentang penentuan malam Lailatul Qodar pada tahun tersebut.

TIDAK DIRAGUKAN BAHWA MALAM LAILATUL QODAR TERJADI DI BULAN RAMADHAN

Dalil.
Sapi Betina (Al-Baqarah):185 – (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Kemuliaan (Al-Qadr):1 – Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Ini menandakan bahwa Lailatul Qodar diturunkan bulan Ramadhan dan Qur’an juga diturunkan di malam Lailatul Qodar.

TIDAK DIRAGUKAN BAHWA LAILATUL QODAR TERJADI PADA MALAM 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN.

Dalilnya terdapat pada hadist shahih riwayat Muslim. Ada beberapa hadist dan atsar terkait dengan keutamaan 10 malam terakhir berkenaan dengan datangnya Lailatul Qadar.

  1. Lailatul Qodar di 7 hari terakhir dari bulan Ramadhan lebih diharapkan. Dalil dari hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar.
  2. Lailatul Qodar lebih diharapkan terjadi di malam ganjil dibanding di malam genap. Hadist dari ‘Aisyah.
  3. Lailatul Qodar terkadang terjadi pada malam yang genap. Atsar dari shahabat mengatakan bahwa Lailatul Qodar terjadi di malam ke 24, juga di dalam hadist riwayat Abu Dawud.
  4. Lailatul Qodar berpindah-pindah disetiap tahun di 10 hari terakhir. Ini adalah Ijma’ ulama. Imam Nawawi mengatakan bahwa telah bersepakat ulama dan berdasarkan hadist yang mahsyur.

TANDA-TANDA LAILATUL QODAR

Hanya ada tanda-tanda terjadinya Lailatul Qodar dan tidak ada tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qodar. Ini adalah hikmah dari Allah.

Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa kalaupun ada tanda diterimanya amalan seorang hamba, maka hamba tersebut akan menganggap bahwa amalan tersebut adalah ringan atau kecil disisi Allah dan ini akan membuat dirinya terhindar dari rasa ujub diri terhadap amalan yang dilakukan. Tanda lainnya adalah hamba tersebut melakukan amalan shalih secara konsisten.

Berikut tanda-tanda Lailatul Qadar

  1. Matahari terbit pada pagi harinya tidak mempunyai terik (sangat panas). Dalil dari hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim juga Imam Abu Dawud.
  2. Malamnya cerah.
  3. Tidak panas dan tidak dingin.
  4. Bulan menyinari bintang-bintangnya dengan terang.
  5. Syaitan tidak keluar sampai shubuh.
  6. Langitnya bersih.
  7. Suasana tenang.
  8. Tidak ada bintang jatuh.

AMALAN YANG DIANJURKAN KETIKA DI 10 MALAM TERAKHIR

Banyak berdoa dengan doa yang datang dari Nabi. Doanya sebagai berikut:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab “Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah”. Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706.

DAHSYATNYA LAILATUL QODAR

Beberapa keutamaan atau dahsyatnya Lailatul Qodar diantaranya:

  1. Di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.
  2. Malam penuh berkah, kebaikan yang tetap dan terus bertambah.
  3. Beramal lebih baik dari 1000 bulan yang tidak ada di bulan lainnya.
  4. Allah mengagungkan Lailatul Qadar.
  5. Para malaikat dan jibril alaihi salam berbondong-bondong turun pada malam lailatul qadar.
  6. Penuh dengan keselamatan. Selamat dari hazab neraka.
  7. Diampuni dosanya yang telah lalu.

Beberapa ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Imam Al-Qurthubi menjelaskan makna dari kata “lebih baik dari 1000 bulan.

Tafsir Ibnu Katsir:

  • Beribadah pada Lailatul Qodar lebih baik daripada mendapatkan kekuasaan selama Bani Umayyah berkuasa.
  • Beramal di Lailatul Qodar lebih baik daripada berjihad selama 1000 bulan.
  • Beramal pada Lailatul Qodar lebih baik daripada seseorang beribadah dari malam sampai pagi hari dan berjihad dari pagi hingga malam hari selama 1000 bulan.
  • Beramal di Lailatul Qodar lebih baik daripada 4 orang yang beribadah selama 80 tahun dan tidak pernah bermaksiat walau sekejap matapun. 4 orang tersebut adalah para Nabi dari Bani Israil.

Tafsir Al-Qurthubi:

  • Beramal di Lailatul Qodar lebih baik daripada sepanjang masa (selama hamba beribadah seumur hidup).
  • Beramal di Lailatul Qodar lebih baik daripada memiliki kerajaan Nabi Sulaiman (500 bulan) dan Dzulkarnain (500 bulan).

Rasululallahu shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan. ” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

SELESAI
SEMOGA BERMANFAAT

Ditulis pada 6 Ramadhan 1440H
Di Masjid Ar-Rahmat Slipi JakBar
Pemateri Ust. Ahmad Zainudin Lc.

Spread the love